Kamis, 21 April 2011

Tugas Mulia Studi Banding

if you care, please you share...
(Kliping MI/Selasa, 19 April 2011 00:01 WIB)
Tugas Mulia Studi Banding 
 
HEBAT nian semangat para wakil rakyat meningkatkan kapasitas diri agar terhormat. Begitu hebatnya sampai halangan apa pun dilabrak dengan nafsu menggebu. Aturan formal dan kepatutan tidak lagi mempan mengekang. Salah satu libido yang sulit dikekang adalah studi banding ke luar negeri. Semakin dikritik, semakin menjadi-jadi. Tidak ada satu kekuatan apa pun di dalam negeri sekarang yang mampu mencegah anggota DPR memaksakan keinginan menjadi kebutuhan.

Pada masa reses kali ini, tiga komisi dan satu alat kelengkapan DPR, yaitu Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), melakukan studi banding ke delapan negara. Biaya Rp12 miliar tidak menjadi masalah. Yang hendak distudibandingkan macam-macam. Dari soal belajar menaati konstitusi sampai melihat museum dan pembangunan sarana olahraga serta bagaimana mengentaskan rakyat dari kemiskinan. Itulah alasan yang dicari-cari untuk menghabiskan anggaran. Di mata anggota DPR, adalah berdosa kepada rakyat bila anggaran sudah tersedia tidak mampu dihabiskan.

Ini memang studi banding akal-akalan. Bayangkan, sebuah rombongan (Komisi I) dalam satu kali perjalanan mampu studi banding di lima negara sekaligus. Ini adalah akal-akalan yang terlalu gampang untuk diketahui publik. Jangan dikira rakyat mudah dikibuli. Semakin sulit mencari penjelasan yang masuk akal tentang sejumlah kebijakan DPR sekarang ini. Tidak hanya soal studi banding, tetapi juga pembangunan gedung baru supermewah senilai Rp1,8 triliun yang sarat dengan sandiwara cari untung.

Rakyat rupanya harus menerima kenyataan bahwa sudah menjadi risiko yang dipikul ketika mereka memilih wakil-wakil. Salah satu yang harus diterima sebagai konsekuensi demokrasi di Indonesia adalah rakyat harus membiayai kerakusan para wakil mereka. Karena itu, ada baiknya diberi saran kepada anggota dewan yang mengemban misi mulia ke luar negeri: jangan lupa foto-foto di setiap bandara dan bila perlu, dibuatkan videonya. Kelak kalau sudah tua renta, foto dan video itu bisa diperlihatkan kepada anak cucu bahwa kakek atau nenek mereka pernah berjasa kepada nusa dan bangsa.

Baik pula bila rakyat mulai membayangkan bahwa suatu saat seluruh anggota dewan yang berjumlah 560 orang itu secara serentak melakukan studi banding ke luar negeri. Sekembali studi banding mereka melaporkan hasilnya dalam rapat paripurna secara jujur. Laporannya pasti seru karena anggota dewan berkunjung ke kebun binatang dan singgah di negara bukan tujuan untuk menonton tarian perut.

Dalam rangka membangun perpustakaan dan museum DPR untuk melengkapi kemegahan gedung baru nanti, 560 anggota sekarang memajang foto-foto dokumentasi perjalanan mereka ke mancanegara, termasuk foto mengunjungi kebun binatang. Dengan berbekal foto-foto itu, para anggota yang hendak maju lagi dalam Pemilu 2014 akan memperoleh maaf dari konstituen mereka karena tidak rajin berkunjung ke daerah pemilihan. Rakyat pun akan terkagum-kagum memuji kehebatan wakil mereka. Wakil rakyat macam apakah mereka itu? Masihkah kita mau dikibuli?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar