Selasa, 05 April 2011

MENELAAH PEMBENTUKAN PROVINSI BARU

DENGAN INOVASI DAN KREATIFITAS PROVINSI TAPANULI
DIMUNGKINKAN TERWUJUD

UNTUK MEMPEROLEH HASIL YANG BERBEDA HARUS DILAKUKAN DENGAN CARA YANG BERBEDA (Albert Einstein)
Kehadiran Provinsi Tapanuli (Protap) pasti akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, meningkatkan pelayanan publik dan daya saing daerah serta didukung posisi tawar politik (political bargaining position) warga tapanuli di tingkat nasional. Inilah merupakan tujuan hakiki dari otonomi daerah.
Yang menjadi pertanyaan semua yang concern dengan Protap adalah “Apakah masih ada harapan Provinsi Tapanuli akan terwujud”?. Pertanyaan ini harus dijawab tuntas oleh penulis agar masyarakat mendapatkan kepastian akan hal ini.
Secara umum ada tujuh dampak positif dari pembentukan Protap ini, antara lain 1). Demokratisasi, 2). Timbulnya pusat-pusat pertumbuhan baru (pole growth), 3). Pendekatan pelayanan kepada masyarakat, 4). Kemudahan membangun dan memelihara sarana dan prasarana, 5). Tumbuhnya lapangan kerja baru, 6). Tersedianya wadah penyaluran dana (DAU/DAK/dekonsentrasi/tugas pembantuan dan PHLN) dan bantuan informal lainnya dan 7). Adanya motivasi pengembangan inovasi dan kreatifitas untuk percepatan pembangunan.
Pemikiran sebagian pihak yang menyimpulkan dari sisi ekonomi seakan-akan Tapanuli kurang layak menjadi provinsi tidak sepenuhnya dapat dibenarkan. Memang kalau potensi ekonomi Tapanuli dinilai secara konvensional seperti sumberdaya alam misalnya pertambangan, hutan dan kesuburan tanah, pemikiran tersebut dapat dibenarkan. Tetapi, menilai kelayakan ekonomi calon Provinsi Tapanuli tidak cukup hanya dari sudut pandang potensi ekonomi konvensional, tetapi juga harus dinilai berdasarkan di luar kebiasaan (think outside of the box) atau dengan inovasi dan kreatifitas. Penulis akan fokus menguraikan terkait dengan inovasi dan kreatifitas yang dimiliki oleh calon Provinsi Tapanuli.
Potensi sumber energi listrik (Hydro Power) sekitar 1600 megawatt yang akan dihasilkan di sepanjang Sungai Asahan, merupakan sumberdaya alam yang akan mendukung perekonomian Provinsi Tapanuli. Dengan adanya potensi ini diperkirakan akan menimbulkan multiplier effect kepada sektor lainnya, antara lain perhotelan, industri manufaktur, home industry, industri menengah, perdagangan, mal/supermarket dll di wilayah ini.
Sesuai dengan tujuan otonomi daerah, masyarakat yang berada disekitar Sungai Asahan dan Danau Toba harus mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan Hydro Power ini. Disisi lain, Pemda di sekitar Danau Toba dan pemda yang dilintasi Sungai Asahan juga juga harus mendapatkan manfaat langsung dengan kehadiran Hydropower melalui kepemilikan saham di perusahaan yang akan mengelola Hydropower ini. Selama ini masyarakat dan pemda yang berada disekitar Danau Toba dan sepanjang Sungai Asahan tidak merasakan manfaat dan paling ironisnya hanya penonton saja. Diharapkan kelestarian Danau Toba sebagai sumber air akan terjaga karena telah melibatkan masyarakat dan Pemda dan mereka telah merasa memiliki. Ada sepuluh kabupaten yang diperkirakan akan mendapat manfaat langsung dengan kehadiran Hydro Power ini adalah Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Samosir, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tanah Karo dan Kota Tanjung Balai. Setiap kabupaten/kota akan menerima dividen sebagai pendapatan asli daerah (PAD) yang merupakan sumber pendapatan baru.
Mengingat wilayah Danau Toba dan Sungai Asahan melintasi sepuluh kabupaten, maka sesuai UU 32/2004 Tentang Pemerintahan Daerah, yang akan memfasilitasi ini adalah pemerintah provinsi yaitu Sumut dan Protap (calon). Angka pasti pendapatan yang akan diperoleh provinsi dan kabupaten masih dalam perhitungan para ahli. Diperkirakan setiap kabupaten/kota akan menerima sepuluh kali lipat dari annual fee yang telah diterima sekarang (Rp. 1.2 M per tahun dari annual fee Pt. Inalum), kata Bupati Taput Torang Lumbantobing (Sindo 3 Juni 2010). Inilah salah satu ide kreatif yang dilontarkan Putra Tapanuli Bapak Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan. Tim yang dipimpin oleh Pak Panjaitan sedang bekerja dan telah dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antara PT Toba Sejahtera dengan sepuluh Pemda di sepanjang Sungai Asahan dan Wilayah Danau Toba. Penandatangan MOU ini dilakukan pada tanggal 2 Juni 2010 yang disaksikan oleh Gubernur Sumatera Utara dan Presiden Komisaris PT. Toba Sejahtera. Nilai proyek Hydro Power yang ditandatangani tersebut sebesar USD 1,4 Milyar. Pendanaan proyek ini mayoritas akan didukung oleh BNP Paribas, sebuah Bank berskala Global yang bermarkas di Paris. Masyarakat dan sepuluh kabupaten/kota akan setuju dengan inovasi ini dan diharapkan dapat berperan mengentaskan kemiskinan, khususnya di wilayah Tapanuli.
Sejatinya ketersediaan sumberdaya alam seperti hutan dan tambang merupakan modal awal yang sangat signifikan untuk menilai kelayakan ekonomi suatu daerah.Tetapi, tanpa kepemimpinan yang baik, maka semua sumberdaya alam ini dapat menimbulkan malapetaka di kemudian hari. Kekayaan alam yang diekspolitasi berlebihan dan menimbulkan kerusakan lingkungan adalah contoh lemahnya kepemimpinan.
Sebaliknya, daerah yang tidak memiliki sumberdaya alam yang signifikan namun memiliki pemimpin yang inovatif dan kreatif serta akuntable, dapat dipastikan akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyatnya. Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang (SHS) contoh nyata dari argumen ini. Penghargaan yang diterima Provinsi Sulut sebagai satu-satunya pemerintah provinsi yang pengelola keuangan terbaik dan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI 2010 serta pelayanan publik terbaik tahun 2009 adalah sebagian kecil prestasi yang diraihnya. Inovasi dan kretaifitas yang dilakukan oleh SHS ketika Sulut sukses melaksanakan World Ocean Conference (WOC). SHS melihat multi hidden opportunities ada di dalamya dan telah memberikan multiplier effect terhadap kemajuan Sulawesi Utara.
Singapura dan Taiwan juga dapat dijadikan acuan negara yang tidak memiliki hutan dan tambang yang signifikan, Namun dengan kualitas kepemimpinan yang mereka miliki dapat menciptakan sumberdaya manusia yang tangguh dan unggul yang membawa kemajuan disegala bidang.
Keterbatasan potensi ekonomi yang bersifat konvensional memaksa pemimpin Tapanuli kelak harus visioner, memiliki pendidikan dan pengalaman yang memadai, memiliki jejaring di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional. Dengan kuallifikasi seperti inilah seorang pemimpin dapat melakukan terobosan (breakthrough) percepatan pembangunan Provinsi Tapanuli.
Membangun Protap dengan memanfaatkan jejaring (networking) lokal, regional, nasional dan internasional merupakan modal dasar membangun Tapanuli. Salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Protap kelak diproyeksikan dari sektor sumber daya manusia melalui penyediaan tenaga terampil. (skill worker). Impianku, kelak Protap akan menjadi penyedia tenaga terampil untuk kebutuhan dalam dan luar negeri. Kerjasama antara Pemda Protap dengan penerima manfaat (user) merupakan langkah strategis menambah PAD.
Kerjasama marketing paket pariwisata regional dapat dilakukan Protap bekerjasama dengan wilayah sekitar seperti Sumut, Sumbar, Nias dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, tentu saja dengan terlebih dahulu melakukan pembenahan sarana dan prasarana serta keramahtamahan di tujuan wisata.
Mengingat saat ini sedang masa moratorium pemekaran daerah, sambil menunggu hasil evaluasi daerah otonom baru (DOB) dan grand design penataan daerah, dihimbau dengan arif penuh hikmat serta bijaksana agar dimanfaatkan masa ini, untuk mempersiapkan berbagai hal yang terkait dengan pembentukan Protap dan mempersiapkan Strategi Percepatan (breakthrough) Pembangunan Provinsi Tapanuli berbasis kekuatan jejaring (networking) lokal, nasional, regional dan internasional.
Diperkirakan akan ada enam kabupaten yang akan masuk dalam provinsi, luas sekitar 12.000 km persegi dan terdiri dari lebih dari satu juta orang akan bergabung dengan Provinsi Tapanuli.
Dengan inovasi dan kreatifitas serta didukung pemimpin yang visioner, maka eks Keresidenan Tapanuli HARUS BISA menjadi Provinsi.
Tuhan Memberkati Provinsi Tapanuli.
Penulis adalah Alumni IPB Bogor, ITC Belanda, UNSW Sydney Australia, Kabag Perencanaan Otda Kemendagri, Tulisan ini merupakan pendapat pribadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar