Selasa, 12 April 2011

DEMOKRASI DI BALIK FORUM BALI DEMOCRACY

INISIATIF DAN INSPIRASI DEMOKRASI DALAM BALI DEMOCRACY FORUM

Demokrasi bukanlah  kata asing yang baru. Demokrasi  selalu dikaitkan dengan  pemerintahan yang  mengutamakan rakyat atau  lebih dikenal dengan pemerintahan rakyat. Namun dalam pelaksanaan  demokrasi terdapat  variasi  model demokrasi yang berkembang dalam pemerintahan  di dunia. Tiap negara  mempunyai pandangan yang berbeda mengenai pelaksanaan  demokrasi, tergantung dari sistem politik yang dianut. Pandangan-pandangan tersebut dapat menjadi  indikator  untuk mengukur  pelaksanaan  demokrasi di suatu negara. Oleh karena itu, demokrasi  selalu  berkembang sesuai dengan  kebutuhan  dalam pemerintahan negara.
 
Negara-negara yang telah melakukan  demokrasi  semisal Amerika Serikat dan  India  yang kemudian dikenal sebagai negara demokrasi terbesar di dunia. Indonesia juga melalui  reformasi politik telah diakui  sebagai salah satu  kekuatan demokrasi ketiga terbesar di dunia. Dalam pelaksanaanya  juga mengalami perubahan-perubahan proses demokrasi tergantung  dari sistem politik yang dianut dalam rangka pencarian  jati diri bangsa.

Adalah gagasan besar untuk menyelenggarakan  forum  demokrasi  dalam rangka mendorong     pengembangan demokrasi dan mempromosikan demokrasi  di kawasan Asia dan secara internasional melalui  Bali  Democracy  Forum. Forum ini merupakan inisiatif  Indonesia untuk memberikan kontribusi  dalam  mengembangkan dan mempromosikan demokrasi serta  dapat dicermati sebagai bagian dari peran politik luar  negeri  Indonesia  untuk menyelenggarakan  forum Internasional  dengan mengundang negara-negara  sahabat.

Bali Democracy Forum,  yang dilaksanakan pada tanggal  10-11 Desember 2008  di Bali dan dihadiri  Perdana Menteri Australia,  Kevin Rudd, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, PM Timor Leste Xanana  Gusmao, 17 Menteri Luar Negeri  dan perwakilan dari  32 negara.  Seluruh negara ASEAN mengirimkan  delegasinya  dalam forum tersebut, termasuk  Myanmar dan negara-negara kawasan Asia lainnya seperti  China, Jepang, India. Negara-negara di luar kawasan  Asia juga diundang  sebagai peninjau  dalam   Bali Democracy Forum  antara lain : Amerika Serikat, Austria, Belanda, Inggris, Italia, Kanada, Norwegia, Swiss, Swedia dan  Tunisia.

Forum  yang membahas  mengenai  Demokrasi dimaksud untuk pertama kalinya  dilakukan  pada tingkat Pemerintah di kawasan  Asia.  Oleh karena itu, inisiatif penyelenggaraan Bali Democracy Forum  merupakan inspirasi yang fenomenal  dalam strategi  dan misi diplomasi  Indonesia khususnya dalam mendorong pengembangan  dan mempromosikan demokrasi di kawasan Asia. Forum ini juga merupakan   momentum  sejarah dimana perwakilan negara-negara  Asia berbicara tentang demokrasi yang sebelumnya masih menjadi sensitif  isu di kawasan Asia.

Bali sekarang bukan saja  dikenal  sebagai Paradise Island  dengan tempat pariwisata  dan tradisi budaya  yang sangat  menarik  tetapi juga menjadi tempat bagi inspirasi  demokrasi melalui pelaksanaan Bali Democracy Forum yang direncanakan  akan dilakukan setiap tahun. Hal ini merupakan inisiatif yang fenomenal  dalam kerjasama kawasan melalui  pertukaran pengalaman dan best practices  untuk mendorong kuatnya demokrasi yang tidak dipaksakan, tetapi tumbuh dan berkembang dari kekuatan dan kemampuan dari dalam. Selain itu juga inisiatif ini akan memberikan inspirasi dan momentum bagi pengembangan demokrasi di dalam negeri.

Bali Democracy Forum  tidak  terkonsentrasi pada satu sistem politik tertentu  akan tetapi semua sistem politik  yang mempunyai  keinginan untuk mengembangkan  demokrasi. Oleh karena itu setiap negara dengan sistem politik apapun yang memiliki  kemauan untuk mengembangkan demokrasi  dapat  ikut untuk memberikan  kontribusinya dalam pengembangan demokrasi.
 
Bali Democracy Forum  yang mengambil tema "Building and Consolidating Democracy : A Strategic Agenda for Asia" dibuka secara resmi oleh  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10 Desember 2008 di Nusa Dua, Bali. Dalam  sambutannya  Presiden  RI menyampaikan bahwa  kehadiran dalam Bali Democracy Forum  tidak untuk memaksakan model tertentu dalam  demokrasi, tidak untuk membahas definisi bersama mengenai demokrasi. Kehadiran dalam forum  ini untuk berbagi pengalaman, pemikiran dan ide untuk kerjasama meningkatkan demokrasi, tidak peduli sistem politik apa yang dikembangkan, dari bagian Asia mana berasal atau budaya yang mempengaruhi. Tidak ada demokrasi yang sempurna, demokrasi tidak pernah berakhir dan masih  terus berkembang.
           
Presiden  RI memberikan contoh  pengalaman demokrasi di Indonesia. Sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Indonesia mempunyai pengalaman  Demokrasi Liberal, Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila dan sekarang  Demokrasi yang sudah berjalan 10 tahun setelah  krisis keuangan, melahirkan gerakan reformasi dan membuat kemajuan dalam transisi demokrasi, tetapi  masih  banyak yang perlu  untuk dikerjakan  dan  melanjutkan pengembangan demokrasi  serta belajar dari pengalaman masa lalu.

Bali Democracy Forum  dilaksanakan didasarkan keperluan untuk mengorganisasi  proses pembelajaran-dialog yang komprehensif  dalam  demokrasi. Dialog dapat meliputi  pertukaran pengalaman dan  best practices dalam demokrasi. Bali Democracy Forum  juga  bertujuan untuk  mempromosikan kerjasama antar negara dalam pengembangan kelembagaan sosial dan politik untuk  kepemerintahan yang demokratik. Oleh karena itu, forum akan  mendiskusikan  sejumlah isu berkaitan dengan  pengembangan demokrasi.

Beberapa pandangan  mengenai  Demokrasi  dalam  Bali Democracy  Forum  antara lain  : PM  Australia, Kevin Rudd  menyampaikan bahwa  demokrasi bukanlah  milik barat  ataupun timur, tetapi milik seluruh umat manusia  sebagaimana tercantum dalam  Deklarasi  Hak-Hak Asasi Manusia. Selanjutnya Sultan Brunei Darussalam  Hassanal Bolkiah  mengungkapkan bahwa  Demokrasi di kawasan Asia  memiliki kekhasan, karena itu demokratisasi  tidak pernah berhenti  dan akan selalu relevan  membicarakan demokrasi.  Sedangkan PM  Timor Leste  Xanana Gusmao  menyampaikan bahwa Demokrasi tidak berkembang sendiri tetapi harus  sejalan dengan sejumlah aspek lain yang membentuk peraturan internasional. Pandangan-pandangan  tersebut  memperkaya  khasanah pandangan  Demokrasi yang sangat bermanfaat  dalam pengembangan demokrasi.

Dalam rangka Bali Democracy Forum, Presiden RI meresmikan the institute for Peace and Democracy yang merupakan Organisasi nirlaba independen yang akan mendukung Forum dengan mengorganisasi penyelenggaraan lokakarya, melaksanakan studi dan penelitian, networking dengan lembaga dan  organisasi  serta  menerbitkan  papers dan periodicals. Lembaga independen ini  berkedudukan di Kampus Jimbaran  Universitas  Udayana, Bali, yang akan didukung penuh Departemen Luar Negeri.

Hasil-hasil Bali Democracy Forum  salah satunya  menyepakati untuk memperkuat  sistem demokrasi  di Asia dengan melakukan  pertemuan tahunan pada tingkat Menteri di Bali. Selain pertemuan utama, juga akan diselenggarakan  seminar, lokakarya, roundtables dan research presentations.

Pelaksanaan Bali Democracy Forum merupakan sebuah inisiatif  dan inspirasi demokrasi yang dapat  meningkatkan citra positif  Indonesia sebagai  negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, khususnya dalam pengembangan pengalaman dan  best parctices  bagi demokrasi di kawasan Asia dan dapat dicermati  sebagai  keberhasilan strategi  diplomasi Indonesia dalam  mempromosikan  dan mengembangkan demokrasi  di Asia yang akan berdampak pada  pengembangan demokrasi di dalam negeri.  Mudah-mudahan dengan  penyelenggaraan Bali Democracy Forum  akan menghasilkan  gagasan-gagasan dan pandangan-pandangan besar dalam pengembangan  demokrasi bukan saja di Indonesia tetapi di kawasan Asia. Kita dapat menunggu  progress Bali Democracy Forum di tahun-tahun yang akan datang  sebagai rujukan  pengembangan dan promosi  demokrasi di kawasan Asia 

Link:  
www.setneg.go.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar