Rabu, 09 Juni 2010

disfungsional kemaluan oleh digitalisme

PORNO AKSI;PORNOGRAFI DAN AKSI SERONOK ALA PUBLIK FIGUR

Beredarnya gambar dan filem seronok yang di duga mirip Aril (piterpan) dan Luna maya di berbagai media, tentu saja bukan cerita baru tentang perilaku porno aksi dan aksi seronok ala porno yang dilakukan oleh para artis dan publik figur di tanah air kita.

berbagai bentuk pose, dan adegan seronok tersebut,tidak saja mengundang rasa amarah, benci, dan bahkan teriakan caci-dan maki dari publik, akan tetapi juga mengundang rasa penasaran dan keingin tahuan publik atas publikasi adegan seronok tersebut.

bila kita merunut kebelakang sejenak, bahwa maraknya publikasi aksi privaci yg seronok tersebut, ketika masyarakat kita mulai diperkenalkan dgn era digital, yaitu fase dimana berbagi bentuk barang elektronik canggih (kamera, Hp, video, dll) mudah dijangkau dan praktis digunakan.

beberap publik figur, politisi, pejabat, birokrat, juga pernah jadi korban era digitalisme tersebut. tentu persoalan tersebut sgt tidak elok kalu kita menyalahkan teknologi, menurutku yg patut disalahkan adalh para user,seperti halnya para publik figur tersebut.

kini, saat ini kita memang sedang dipertontonkan oleh kemolekan tubuh manusia yg direkam oleh alat yg canggih, dan bahkan moralitas kita ada dlm genggaman rezim digitalisme.

saya kira, saaat ini kita mesti mampu menjadi user ygcerdas, dan melakukan proteksi internal, agar tidak menyalah gunakan kecanggihan alat sbg ajang untuk merekam, menyimpan dan mempublikasikan adegan seronok ala aksi porno (yg di duga: aril dan luna maya tsbt).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar